Jumat, 04 Mei 2012

Awal Daur Hidup Ikan


Perhatian terhadap proses  yang terdapat dalam perkembangan awal hidup ikan merupakan hal yang menarik karena berhubungan dengan stabilitas populasi ikan tersebut dalam suatu perairan. Pada awal daur hidup mortalitas umumnya sangat besar.

Telur ikan dengan bagian-bagiannya:
Berdasarkan jumlah deutoplasma (kuning telur) yang terdapat dalam cytoplasma, dapat dibagi 2 (Nelsen, 1953):
a.       Telur homolecithal (isolecithal). Hanya terdapat pada mamalia.  Jumlah kuning telur sedikit
b.      Telur telolecithal.  Kuning telur berkumpul pada salah satu kutub.
Telur ikan ovipar yang belum dibuahi, bagian luarnya dilapisi oleh selaput yang dinamakan selaput kapsul atau chorion.  Dibawah chorion terdapat lagi selaput yang kedua dinamakan selaput vitelline. Selaput yang ke 3 mengelilingi plasma telur atau selaput plasma.

Apabila telur baru keluar dari tubuh induk dan bersentuhan dengan air, ada 2 hal yang akan terjadi, yaitu :.
1.      Chorion akan terlepas dengan selaput vitelline dan membentuk ruang perivitelline
Masuknya air ke dalam telur disebabkan oleh perbedaan tekanan osmose dan inhibisi protein yang terdapat pada permukaan kuning telur. Selaput vitelline merupakan penghalang masuknya air jangan sampai merembes ke dalam telur
2.     
Pengerasan selaput chorion. Waktunya tergantung pada ion calcium yang terdapat dalam air.  Pengerasan ini mencegah polyspermi. Dengan adanya ruang perivitelline, maka telur dapat bergerak lebih bebas selama dalam masa perkembangannya.

Pembuahan
            Dalam proses pembuahan spermatozoa masuk ke dalam telur melalui lubang mycropyle yang terdapat pada chorion. Tiap spermatozoa mempunyai kesempatan yang sama untuk membuahi satu telur. Akan tetapi karena ruang tempat terjadinya pembuahan sangat besar, maka kesempatan spermatozoa untuk bertemu telur sangat kecil.  Olehnya itu sperma yang dikeluarkan sangat besar dibanding jumlah telur yang akan dibuahi.  Sperma hanya mampu bertahan dalam air selama 1-2 menit.
Telur dan sperma yang baru dikeluarkan dari tubuh induk, mengeluarkan zat kimia yang berguna dalam proses pembuahan.  Zat itu dinamakan Gamone.
Gamone yang berasal dari telur adalah Gynamone I yang berfungsi untuk mempercepat gerakan dan menarik  spermatozoa dari species yang sama secara chemotaksis dan Gynamone II yang berfungsi untuk mengumpulkan dan menahan spermatozoa pada permukaan telur. Gamone yang berasal dari spermatozoa adalah Androgamone I dan androgamone II.  Fungsi androgamone I untuk menekan aktivitas spermatozoa ketika masih berada dalam saluran genital ikan jantan, sedang Androgamone II berfungsi untuk membuat permukaan chorion menjadi lembek.

Masa Pengeraman
            Lama masa pengeraman ikan tidak sama bergantung kepada spesies ikannya dan beberapa factor luar.  Faktor luar yang terutama mempengaruhi pengeraman adalah suhu perairan.  Didalam pengeraman dikenal istilah derajat hari, yaitu hasil perkalian derajat suhu perairan dengan lama pengeraman.  Derajat hari untuk satu spesies ikan ada yang harganya tetap, misalnya derajat hari untuk ikan trout (Nikolsky, 1963), Tabel 1.

Penulis
Ikan
Suhu air (o C)
Masa Penge-
raman (hari)
Derajat Hari
Nikolsky (1963)
Trout
2
5
10
205
82
41
410
410
410
Hora dan Pillay (1962)
Mas (C. carpio)
18
25
30
6
3
2
78
75
60
Lagler, et al. (1962)
Rainbow trout
(S.gairdneri)
5,7
8,2
12,9
17,6
14
8
6
3
79,8
65,6
77,4
52,8

Tidak ada komentar:

Sekilas Info

« »
« »
« »

Páginas