Minggu, 03 Februari 2013

Pembenihan Ikan Koi



BAB  I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
     Koi termasuk ikan hias eksotis yang semakin banyak penggemarnya. selain dipelihara sebagai hobi, koi juga bisa dijadikan lahan bisnis yang menjanjikan. tentu saja bagi mereka yang benar-benar serius menekuninya. selain pesona warna dan lekukannya yang indah, keistimewaan lain dari koi adalah keelokan yang dipertontonkan tatkala menyembul dan melompat ke atas air. sungguh sebuah pemandangan yang istimewa bagi yang hobi memeliharanya.
          Disisi lain koi sudah menjadi prestise. salah satu ajang untuk mendongkrak prestise koi adalah lewat kontes. koi yang berhasil menyabet gelar juara bakal terangkat pamornya sehingga harganya melambung.
          Tingginya harga koi menjadikan bisnis ikan yang menjadikan bisnis ikan yang menjadi kebanggaan masyarakat jepang ini tidak pernah surut. dalam perkembangannya , budidaya koi juga selalu melahirkan strain-strain baru.
     Pada hakikatnya kondisi alam indonesia sangat menunjang untuk budidaya koi. sayangnya, usaha produksi koi masih terbatas. para pengusaha koi di dalam negeri belum memanfaatkan peluang pasar koi secara optimal. alasannya, membudidayakan koi membuthkan lahan dan dana yang tidak sedikit. padahal di sisi lain, budidaya koi di indonesia berpeluang menyaingi jepang. sebab, budidaya koi di jepang juga terhambat akibat beberapa persoalan, antara lain: terbatasnya lahan, mahalnya upah tenaga kerja, dan pengaruh empat musim yang menjadi kendala terbesar dalam budidaya koi di jepang.
Adapun mengenai mutu, kualitas ikan koi sangat ditentukan oleh tipe bentuk badan yang sempurna, warna tubuh yang cemerlang, dan pola warna tubuh yang unik. keindahannya merupakan perpaduan antara keelokan warna dan bentuk tubuh, disertai perlakuannya secara keseluruhan.

B. Tujuan Pratikum
1.    Mahasiswa mampu mengetahui teknik pembenihan ikan koi
2.    Untuk mengetahui aspek usaha pembenihan ikan koi, serta
3.    Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam teknik pembenihan ikan koi.




BAB II
METODOLOGI

A.   Waktu dan Tempat
§      Hari             : Kamis 21 oktober – 21 November 2010
§      Waktu                       : 16.00- Selesai
§      Tempat         : Lab Benih Politeknik Pertanian Negeri Pangkep
B.     Alat dan Bahan

Alat
·         Timbangan
·         Seser
·         Bak fiber
·         Kakaban
·         Jarum suntik
·         Gelas ukur
·         Peralatan aerasi

Bahan
·         Induk ikan koi (khohaku dan shiromuji)
·          Ovaprim
·         Larutan fertilisasi
·         Larutan fisiologis
·         Tissue
·         Akuadest
·         Alkohol
·         Pakan buatan (pellet)
·         Pakan alami (artemia)


C.      Prosedur Kerja
                        Persiapan bak pemijahan/ penetasan telur dan pemeliharaan larva, semua bak tersebut dicuci sampai bersih.
§      Pengadaan induk matang gonad dan berkualitas, jenis induk yang didatangkan adalah ikan koi jenis kohaku dan shiromuji
§      Induk ditimbang, kemudian disuntik dengan hormone ovaprim sesuai dengan bobot tubuh induk ( misal : untuk berat 1 kg maka dosis hormone 0,5 ml)
§      Induk yang telah disuntik baik jantan maupun betina dimasukkan ke dalam bak pemijahan dengan menempatkan di dalam wadah yang sama.
§      Bak pemijahan yang digunakan ada dua, satu untuk bak pemijahan ikan koi jenis kohaku dan yang satu untuk pemijahan ikan koi jenis shiromuji.
§      Pemijahan berlangsung, ditandai induk jantan mengejar induk betina dan induk betina akan mengeluarkan telurnya serta menempelkan pada substrat.
§      Induk jantan dan betina diangkat dari bak pemijahan
§      Penetasan telur berlangsung sekitar 48 jam (dua hari)
§      Pemeliharaan larva, sampai mencapai umur 30 hari dengan pemberian pakan berupa kuning telur pada umur 3 – 5 hari, artemia 6 – 12 hari, cacing 13 – 21 hari dan pakan buatan pada umur > 21 hari.


BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.   Hasil
NO
Jenis ikan Koi
Jumlah Benih  Yang Dihasilkan
SR (%)
1.
Shiromuji
No : 471 ekor
Nt : 185 ekor
39 %
2.
Kohaku
-
-
           




B.     Pembahasan
Dari hasil pratikum yang telah di lakukan di dapatkan hasil seperti pada tabel di atas. Pada praktikum kali ini kita mengginakan dua jenis ikan koi yakni koi jenis kohaku dan shiromuji yang masing- masing ditempatkan dalam wadah yang berbeda. Perbandingan pemijahan antara jantan dan betina masing- masing adalah  1:2.
Pada praktikum kali ini hanya koi jenis shiromuji yang menghasilkan anakan sedangkan jenis kohaku juga sempat bertelur namun telur yang dihasilkan indukan betina tidak terbuahi oleh jantan dan akhirnya telur tersebut mati. Jumlah anakan dari koi jenis Shiromuji ini  yaitu sebanyak 471 ekor.  
             Benih shiromuji ini kemudian dipelihara selama 30 hari . Pada awal pemeliharaan larva belum diberikan pakan karena larva tersebut masih memiliki cadangan makanan berupa kuning telur (Yolk Egg). Setelah cadangan makanannya habis, barulah kemudian diberikan pakan buatan berupa kuning telur. Apabila larva telah berumur ± 2 minggu, pakan yang diberikan adalah cacing.
             Dalam pemeliharaannya dilakukan penyiponan sekali seminggu untuk menjaga kualitas air. Adapun jumlah akhir benih yang bertahan hidup adalah 185 ekor. Berarti tingkat kelangsungan hidup (SR) adalah 39%. Selama proses pemeliharaan, pertumbuhan larva ini tidak seragam, ada yang pertumbuhannya cepat dan berukuran lebih besar dbandingkan larva yang lainnya. Hal ini dikarenakan oleh persaingan dalam memperoleh makanan.
 



BAB IV
KESIMPULAN & SARAN
A.   Kesimpulan
                   Berdasarkan hasil pratikum yang dilakukan, dapat di simpulkan bahwa tingkat kelangsungan hidup benih yang dipelihara rendah. Disamping itu pertumbuhan benih tersebut juga tidak seragam, ada yang pertumuhannya cepat dan berukuran lenih besar dibandingkan yang lainnya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain, pakan, kualitas air, dll. Namun dalam hal ini faktor yang paling berperan adalah pakan. Persaingan untuk mendapatkan makanan sangat menentukan pertumbuhan benih tersebut.
B.     Saran
              Dalam pelaksanaan praktikum ini, pengontrolan harus sering- sering dilakukan untuk mengetahui kondisi ikan koi tersebut. Pemberian pakan harus dilakukan secara teratur karena apabila pemberian pakan dilakukan dengan tidak teratur akan mengakibatkan benih yang lebih besar akan memangsa benih yang lebih kecil. Hal ini disebabkan karena sifat kanibalisme ikan tersebut.
                                                                                           
             

Tidak ada komentar:

Sekilas Info

« »
« »
« »

Páginas