Sabtu, 22 Juni 2013

“Ketika Aku Mengingat”


“Ketika Aku Mengingat”

E
ntah dari mana diri ini berfikir untuk menuliskan sedikit kisah tentang perjalanan hidup yang telah aku tempuh hingga hari ini. Jemari ini menggerogoti keyboard Laptopku yang telah berusia menjelang dua tahun dan mulai bercerita dalam hati. Aku hanya berharap, suatu hari nanti aku dapat kembali membacanya dan mengingat masa lalu itu dan tersadar bahwa itu benar – benar  telah berlalu dan tak akan terulang kembali.

*  Masa Kecil
Jika diri ini dapat memilih masa hidup yang ingin ku jalani, maka aku akan berkata, hentikan umurku tuhan ketika aku berumur 5 tahun dan biarkan aku hidup di masa kecilku yang tiada beban, penuh ceria dan tawa, kasih sayang yang utuh, dan impian yang tak terbatas, itu jawabku, seandainya. Namun tak seorangpun di dunia ini mampu memperlambat ataupun menpercepat waktu, karena semua berjalan diatas jalur yang telah digariskan oleh yang menciptakan takdir, Allah S.W.T. Hidup ini bagaikan sebuah sandiwara yang telah di atur oleh dalangnya. Jika ingin sandiwara ini berakhir dengan baik, tentunya perankan watak dan peraturan yang telah menjadi ketentuan sang dalang, namun jika tidak yaa mohon maaf saja! Dan satu-satunya masa dimana kita belum mendapat peran apa-apa ialah ketika kita belum mengerti apa itu sandiwara dan kehidupan ialah “masa kecil”. Masa kecil, adalah masa yang sangat cepat berlalu dan juga masa sukar untuk diingat kembali, sehingga diciptakan pada masa itu kabahagiaan dan keceriaan yang lebih banyak dibanding dengan beban dan tanggung jawab. Aku bertanya pada diriku sendiri untuk masa kecilku, kenapa aku tidak mengerti apa – apa saat itu? Apakah karena aku belum banyak tahu, ataukah karena diri ini belum banyak belajar? Dan akhirnya tersirat dibenak ini tentang jawabannya yang ku simpulkan bahwa “aku belum banyak tahu karena aku belum banyak belajar”. Bahkan mungkin orang dewasa sekalipun yang telah banyak menelan asam pahitnya hidup belum tentu mengerti semuanya.
Di masa kecilku, aku adalah anak yang cukup cerdas, menurut para tetanggaku. Saya sudah dapat membaca tanpa mengeja dan menghitung sebelum memasuki bangku sekolah dasar. Hal ini saya dapatkan dari kegigihanku dan ketidak putus asaanku dimarahi oleh ayah dan ibu ketika mereka sedang serius mengajari kakakku yang bernama Sulaiman yang juga merupakan anak pertama, terpaut satu tahun lebih tua dariku. Katanya belum waktunya bagiku, yang artinya pada saat itu kakakku yang lebih penting dahulu untuk belajar. Entah bagaimana cara mengungkapkan kejadian waktu itu, karena perasaan seorang anak kecil yang seringkali menengkap suatu teguran sebagai hal yang positif yang tentunya membuat saya sedih waktu itu, akhirnya saya hanya bisa memperhatikannya dari jauh dan secara diam-diam. Suatu kejadian yang tidak saya lupakan hingga sekarang ketika masa itu yakni ketika saya belajar membaca sebuah tulisan yang tertulis dibaju berwarna hitam tulisan berwarna ungu, yang dipakai oleh seorang ibu. Yang menjadi hal selit terlupakan ialah karena tulisan itu tepat berada didepan bagian dada ibu itu. Sejenak saya ditertawakan karena tingkahku.
Tidak banyak hal yang dapat saya ingat dimasa kecilku, hanya sebuah album tua yang sering diperlihatkan oleh ibuku. Saya punya foto bermain dengan kakak saya dikebun tepat dibawah pohon coklat tanpa memakai baju dan foto yang membuatku tersenyum ketika melihatnya yaitu ketika berfoto diruang tamu dengan kakakku dan saya memakai lipstik dan bedak yang sedikit belepotan, jaket yang mirip, baju, celana dan sepatu yang sama. Kenangan lain yang tak terlupakan ialah ketika duduk dipangkuan sang nenek bersama kakak saya disebuah tempat duduk depan rumah nenek yang bersebelahan jalan dengan rumahku pada saai itu. Hari itu adalah hari Jum’at, ibuku sedang kepasar dan ayah yang sedang mengurusi sawah yang akan ditanami padi esok harinya. Ketika kami sedang bercanda, terlihat dua orang mengendarai motor yang berhenti didepan rumah saya dan salah satu dari mereka turun membawa sebuah kantongan ataukah karung menuju kerumahku. Selama orang yang satunya menghilang masuk kedalam rumahku, satu hal yang sadari adalah saya, nenek dan kakak saya tidak dapat berkata apa-apa, sejenak keceriaan kami terhenti saat itu. Tak lama kemudian pria yang masuk kedalam rumah kembali dengan membawa sebuah barang dalam karungnya, aku melihatnya seperti sebuah kotak yang mirip jerigen. Mereka pergi dengan tergesa-gesa, menghilang dari penglihatan dengan motornya.setelah kejadian itu, seperti kami kembali tersadar dan rasanya tak terjadi apa-apa. Tidak lama kemudian ibuku datangdan turun dari mobil chevrolet berwarna merah dengan membawa barang belanjaannya. Aku menghampirinya dan aku memceritakan hal yang tadi saya alami. Setelah kami berada dalam rumah, ternyata radio tape yang sudah tua menhilang. Radio yang menyimpan begitu banyak kenagan, media hiburan pada saat itu. Kini rumah saya semakin sunyi setiap malam, yang dulunya sering terdengar banyak nyanyian lagu dangdut Rhoma Irama, yang membuat saya menyukai lagu dangdut era 90-an sampai sekarang.

*  Cerita Nenekku
Sebelum saya masuk bangku sekolah dasar, orang tuaku menjual rumah lama kami dan memebeli rumah yang sedikit lebih besar dan layak. Rumah baru kami ditempatkan tepat disamping kiri rumah nenekku.

To Be Continue..........

Jumat, 21 Juni 2013

Cara Budidaya Tanaman Kakao yang Baik

Syarat Pertumbuhan Kakao
 Iklim 
Ditinjau dari wilayah penanamannya, cokelat ditanam pada daerah-daerah yang berada pada 10oLU-10oLS. Areal penanaman cokelat yang ideal adalah daerah-daerah bercurah hujan 1.100-3.000 mm/tahun. Suhu udara ideal  bagi pertumbuhan cokelat adalah 30-32oC (maksimum) dan 18-21oC (minimum). Berdasarkan keadaan iklim di Indonesia, suhu udara 25–26oC merupakan suhu udara rata-rata tahunan tanpa faktor pembatas. Karena itu, daerah-daerah tersebut sangat cocok jika ditanami cokelat. Cahaya matahari yang terlalu banyak menyoroti tanaman cokelat akan menyebabkan lilit batang kecil, daun sempit dan tanaman relatif pendek. 
 Media Tanam 
 Pertumbuhan bibit tanaman  kakao terbaik diperoleh pada tanah yang didominasi oleh mineral  liat  smektit dan berturut-turut diikuti oleh tanah yang mengandung khlorit, kaolinit dan haloisit.b)   Tanaman cokelat dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang memiliki keasaman (pH) 6-7,5; c)   Air tanah yang mempengaruhi aerasi dalam rangka pertumbuhan dan serapan hara. Untuk itu, kedalam air tanah diisyaratkan minimal 3 m, d)   Faktor kemiringan lahan sangat menentukan kedalaman air tanah. Pembuatan teras pada lahan yang kemiringannya 8% dan 25% masing-masing dengan lebar minimal 1 m dan 1,5 m. Sedangkan lahan yang kemiringannya lebih dari 40% sebaiknya tidak ditanami cokelat. Daerah yang cocok untuk penanaman cokelat adalah lahan yang berada pada ketinggian 200-700 m dpl.  

Kamis, 07 Maret 2013

Pembenihan Kerang Abalone Tropis (Haliotis asinina)


BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Abalon merupakan komoditas perikanan bernilai tinggi, khususnya di negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika Utara. Biota laut ini dikonsumsi segar atau kalengan. Di Indonesia, jenis siput ini belum banyak dikenal masyarakat dan pemanfaatannya baru terbatas di daerah-daerah tertentu, khususnya di daerah pesisir.
Pemanfaatan sumber daya laut tidak hanya dilakukan melalui penangkapan, tetapi juga perlu dikembangkan usaha budidaya, salah satunya adalah budidaya laut. Saat ini pengembangan budidaya laut lebih banyak mengarah kepada ikan-ikan ekonomis tinggi dan tiram mutiara, sementara di perairan Indonesia masih banyak biota-biota laut yang masih bisa dikembangkan dan mempunyai nilai ekonomis tinggi, salah satunya adalah kerang abalone yang memiliki nama ilmiah Haliotis asinine. Pengembangan usaha budidaya kerang abalon di masa yang akan datang mempunyai prospek cukup cerah, mengingat beberapa keunggulan yang dimilikinya baik dari teknik budidaya sampai dengan pemasaran (Tahang dkk, 2006).

Jumat, 15 Februari 2013

Drama yang Terlupakan



Sejak Sigmund Freud, empunya psikoanalisis, membongkar tabir kegelapan jiwa, berbagai anggapan sebelumnya tentang penyakit jiwa menjadi berubah. Kegilaan, paronia, dan keterbelakangan mental adalah penyakit yang murni disebabkan kondisi organik tubuh dan berbagai pengalaman yang tidak menyenangkan dari lingkungan. Penyakit itu bukan bukan lagi karena kerasukan setan atau pengaruh roh halus.
Namun dapat ditelanjanginya cara kerja jiwa dan berbagai mekanismenya tidak lantas membuat jiwa manusia begitu saja mudah dipahami. Pada sebagian besar kasus gangguan psikologi, dari yang semula mempelajari jiwa menjadi ilmu perilaku. Sedangkan psikoanalisis menjadi semakin bersifat medis dalam psikiatri.
Berbagai kasus seperti keterbelakangan mental, schizoprenia, phobia, autisme dan gangguan emosi yang parah menjadi demikian menakutkan dan aneh sehingga harus disisihkan di luar garis normal. Muncul kemudian konsep abnormalitas dalam disiplin psikologi dan psikiatri. Sayangnya hampir semua diagnosis yang diberikan untuk mecandra abnormalitas itu didasarkan pada kecenderungan perilaku dan kondisi organis tubuh.
Dalam tradisi keilmuan yang memuja bukti-bukti ilmiah, menyelami jiwa dan dunia para penderita abnormalitas menjadi pekerjaan yang tidak efisien dan percuma. Pekerjaan yang menghabiskan biaya, waktu dan energi ini barangkali hanya siap dilakukan para seniman dan sastrawan demi menghasilkan karya besar. Tidak heran jika kita barangkali lebih dapat memahami orang-orang yang menderita gangguan jiwa melalui novel-novel atau film daripada melalui diagnosis-diagnosis ilmiah yang kriterianya telah dibakukan.

Selasa, 12 Februari 2013

KULTUR CLORELLA


A.    KULTUR CLORELLA
Klasifikasi Chlorella
Clorella merupakan alga hijau yang diklasifikasikan sebagai berikut;
Phylum            : Chlorophyta
Kelas               : Chlorophyceae
Ordo                : Chlorococcales
Familia            : Chlorellacea
Genus              :  Chlorella


Clorella adalahh genus gangang hijau yang dapat tumbuh pada air laut. Gangang ini merupakan tumbuhan bersel 1 memiliki bentuk seperti bola. Di dalam tubuhnya terdapat klorops. Perkembangbiakannya berlansung secara vegetative yakni dengan membelah diri. Chlorella dimanfaatkan oleh zooplankton sebagai pakan. Budidaya Chlorella terdiri dari serangkaian kegiatan yang antara lain meliputi persiapan wadah dan air yang meliputi pencucian dan sanitasi wadah.  Selanjutnya diikuti oleh kegiatan identifikasi, pemupukan dan inokulasi Chlorella di laboratorium
.
Teknik kultur missal clorella
Wadah yang akan digunakan sebelumnya dicuci bersih dengan menggunakan detergen dan dibilas dengan air tawar. Setelah bersih, langkah selanjutnya adalah sterilisasi wadah dengan menggunakan kaporit lalu dikering udarakan agar bau kaporit tersebut hilang.Wadah yang telah steril tersbut selanjutnya diisi air sebanyak 800 liter yang disaring dengan filter bag. Air yang digunakan adalah air laut yang telah melewati filter ultra violet dan sterilisasi kimia dengan menggunakan kaporit 10 ppm. Selanjutnya wadah diberi pupuk yakni:
-          Urea          : 50-60 ppm
-          Za              : 30-40 ppm
-          TSP           : 20-25 ppm
-          EDTA       : 1-5     ppm
-          FeCl          :  1-5    ppm

Sekilas Info

« »
« »
« »

Páginas