Sabtu, 13 Juli 2013

My Foems

Ditengah malam yanggelap,
Tak ada kilauan dari sang cahaya
Berteman desingan dan suara malam
Yang memilukan jiwa
Ku teringat kepada kekasihku
Yang tak pernah jua Ku kenal wajahnya
Kasih sayangnya telah menhilang
Namun tak kan kuingkari cintanya
Karena cintaku padanya
Seputih dan sesejuk embun dipagi hari.
Ku ingin hidup bersamanya
Dalam keindahan
Akan ku pinang ia dalam khayalku,
Bahagia dalam kesedihan
Dan mati dalam mimpi indahnya.
Semoga cintaku padanya abadi
Seperti kehadiran cinta dalam kehidupan,
Dan dalam kehidupan selanjutnya
Karena kami percaya
Dengan keabadian cinta.



Air mata bukan berarti lemah,
Suara keras bukan berarti
Kau telah menjadi tangguh,
Namun,
Jika kau mampu
Mengalahkan nafsu
Dan kefanaan dunia ini
Dan berusaha menyadarinya,
Kau lebih dari seorang pahlawan
Yang rela ditebas dimedan perang
Melawan musuh,
Karena sesungguhnya,
Perang terbesar umat islam
Ialah perang melawan hawa nafsu sendiri.

Coretan tak berarti
Dari suara hati yang terkoyak
Meski berusaha mengubah takdir ini
Namun tampaknya kesedihan
Tetap jua singgahdalam diri
Yang tiada arti lagi dalam hidupmu
Waktu yang berlalu seakan
Menjadi tembok pemisah antara kita
Sehingga aku tak mampu
Memberimu cahaya


Warnaku tak lagi cerah
Kini aku pudar
Bersama cintamu padaku
Namun aku maklumi
Karena sadar ku akan diri ini
Yang tak pantas kau cintai.
Bukannya aku menyesal
Namun aku sedih melihat dirimu
Yang tersenyum pasrah jika bersamaku
Aku menjauh.....
Bukan karena tak cinta,
Namun mungkin inilah
Yang dapat membuatmu
Tersenyum bahagia yang sesungguhnya.

Jika kita mencintai seseorang
Diri ini akan senantiasa mendoakannya
Walaupun dia tak berada disisi,
Tuhan memberi kitadu kaki untuk berjalan,
Dan dua tangan untuk memegang
Sua telinga untuk mendengar
Serta dua mata untuk melihat
Tapi kenapa, Tuhan
Hanya menganugrahkan sekeping hati
Pada manusia..??
Karena tuhan telah memberi
Sekepingnya lagi kepada seseorang
Untuk kita mencarinya
Itulah CINTA


Kadang aku
Meneteskan air mata
Yang tak berarti ini untukmu dan bagimu
Namun ku berusaha mengusapnya
Dan kembali ingin membuatmu tersenyum
Aku memang hanya manusia bodoh,
Tak mampu memberimu apa – apa
Selain kekecewaan
Tapi sungguh tiada niat ku,
Keputusan tentang diriku
Ada ditanganmu.

Aku selalu merasa kasihan
Dengan hidupku
Namun mengapa
Kehidupan tak pernah
Berbelas kasih padaku
Beribu tanda tanya besar
Tertancap dalam otak dan benakku
Apakah aku harus turut pada kehidupan
Atau dapatkah kehidupan
Tunduk padaku

Aku sedih karena
Kau tak menghiraukanku
Aku begini karena
Engkau seperti itu
Hidupku seakan meledak
Hanya secercah harapan
Yang masih ku pegang
Terikat tali rapuh
Diatas gedung tua
Seperti diriku ini bagimu
Padam, suram, gelap dan tiada arti
Sekali lagi aku sedih
Karena mencintai dirimu

Yang semakin menjauh.

Tidak ada komentar:

Sekilas Info

« »
« »
« »

Páginas